Ruang bersih tidak hanya memiliki persyaratan ketat untuk kebersihan udara dalam ruangan, tetapi juga parameter standar nasional khusus mengenai kebisingan lingkungan operasional. Karena ruang bersih adalah lingkungan yang relatif tertutup dan bertekanan, pengendalian kebisingan yang tidak tepat dapat dengan mudah menyebabkan penurunan kondisi kerja staf dan lingkungan produksi.
① Metode Pengukuran Kebisingan:
Ketika luas ruangan tidak lebih dari 50 m², ukur hanya satu titik di tengah ruangan.
Untuk ruangan yang lebih besar, tambahkan satu titik pengukuran untuk setiap tambahan 50 m².
Titik pengukuran harus 1,0 m di atas lantai.
Jika memungkinkan, disarankan untuk mengukur kondisi kebisingan statis ruangan dan kebisingan latar belakang.
② Standar yang Dapat Diterima:
Tingkat kebisingan harus memenuhi persyaratan desain. Menurut Kode Desain Ruang Bersih (Standar GB), dalam keadaan statis, tingkat kebisingan di ruang bersih aliran non-unidirectional tidak boleh melebihi 60 dB(A). Untuk ruang bersih aliran unidirectional dan campuran, tingkat kebisingan tidak boleh melebihi 65 dB(A).
Pengendalian Kebisingan Ruang Bersih
Perumusan standar kebisingan ruang bersih terutama mempertimbangkan efek gangguan kebisingan, interferensi dengan komunikasi verbal, dan dampak pada efisiensi kerja. Penelitian domestik tentang efek kesehatan dari kebisingan menunjukkan bahwa kebisingan industri umum di bawah 80 dB(A) memiliki dampak minimal pada kesehatan.
Konteks Internasional:
Penelitian tentang standar kebisingan ruang bersih dimulai pada tahun 1960-an.
1966 USA Federal Standard 209a dan 1974 revisi 209b menetapkan: “Kebisingan di ruang bersih harus dikendalikan untuk memungkinkan percakapan yang diperlukan, memenuhi persyaratan operasional atau produk, dan menjaga personel dalam rentang yang nyaman dan aman.”
ISO/DIS 14644-4 (draf) menyatakan: “Tingkat tekanan suara yang sesuai harus dipilih berdasarkan persyaratan kenyamanan dan keselamatan manusia di ruang bersih, serta tingkat kebisingan latar belakang peralatan di sekitarnya. Tingkat tekanan suara di ruang bersih harus berkisar antara 40–65 dB(A).”
Karakteristik Utama Standar Global:
Standar kebisingan ruang bersih umumnya lebih ketat daripada standar perlindungan kesehatan umum.
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan operasi normal, memungkinkan komunikasi verbal penting, dan menyediakan lingkungan kerja yang nyaman.
Sebagian besar standar menetapkan nilai yang diizinkan antara 65–70 dB(A), dengan batas yang lebih rendah lagi dalam industri medis.
Mayoritas standar menggunakan tingkat suara berbobot-A (dB(A)) sebagai metrik evaluasi, meskipun beberapa juga menentukan batas untuk pita frekuensi individual.
Ruang bersih tidak hanya memiliki persyaratan ketat untuk kebersihan udara dalam ruangan, tetapi juga parameter standar nasional khusus mengenai kebisingan lingkungan operasional. Karena ruang bersih adalah lingkungan yang relatif tertutup dan bertekanan, pengendalian kebisingan yang tidak tepat dapat dengan mudah menyebabkan penurunan kondisi kerja staf dan lingkungan produksi.
① Metode Pengukuran Kebisingan:
Ketika luas ruangan tidak lebih dari 50 m², ukur hanya satu titik di tengah ruangan.
Untuk ruangan yang lebih besar, tambahkan satu titik pengukuran untuk setiap tambahan 50 m².
Titik pengukuran harus 1,0 m di atas lantai.
Jika memungkinkan, disarankan untuk mengukur kondisi kebisingan statis ruangan dan kebisingan latar belakang.
② Standar yang Dapat Diterima:
Tingkat kebisingan harus memenuhi persyaratan desain. Menurut Kode Desain Ruang Bersih (Standar GB), dalam keadaan statis, tingkat kebisingan di ruang bersih aliran non-unidirectional tidak boleh melebihi 60 dB(A). Untuk ruang bersih aliran unidirectional dan campuran, tingkat kebisingan tidak boleh melebihi 65 dB(A).
Pengendalian Kebisingan Ruang Bersih
Perumusan standar kebisingan ruang bersih terutama mempertimbangkan efek gangguan kebisingan, interferensi dengan komunikasi verbal, dan dampak pada efisiensi kerja. Penelitian domestik tentang efek kesehatan dari kebisingan menunjukkan bahwa kebisingan industri umum di bawah 80 dB(A) memiliki dampak minimal pada kesehatan.
Konteks Internasional:
Penelitian tentang standar kebisingan ruang bersih dimulai pada tahun 1960-an.
1966 USA Federal Standard 209a dan 1974 revisi 209b menetapkan: “Kebisingan di ruang bersih harus dikendalikan untuk memungkinkan percakapan yang diperlukan, memenuhi persyaratan operasional atau produk, dan menjaga personel dalam rentang yang nyaman dan aman.”
ISO/DIS 14644-4 (draf) menyatakan: “Tingkat tekanan suara yang sesuai harus dipilih berdasarkan persyaratan kenyamanan dan keselamatan manusia di ruang bersih, serta tingkat kebisingan latar belakang peralatan di sekitarnya. Tingkat tekanan suara di ruang bersih harus berkisar antara 40–65 dB(A).”
Karakteristik Utama Standar Global:
Standar kebisingan ruang bersih umumnya lebih ketat daripada standar perlindungan kesehatan umum.
Tujuan utamanya adalah untuk memastikan operasi normal, memungkinkan komunikasi verbal penting, dan menyediakan lingkungan kerja yang nyaman.
Sebagian besar standar menetapkan nilai yang diizinkan antara 65–70 dB(A), dengan batas yang lebih rendah lagi dalam industri medis.
Mayoritas standar menggunakan tingkat suara berbobot-A (dB(A)) sebagai metrik evaluasi, meskipun beberapa juga menentukan batas untuk pita frekuensi individual.